sumber gambar: Wikipedia
Adolf Hitler. Setelah mendengar namanya, apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Kejam? Nazi? Perang Dunia II? Holocaust? Ya, semua itu memang bisa dibenarkan. Dia adalah seorang pemimpin Jerman yang kejam, pemimpin dari Partai Nazi, juga seorang pencetus "Holocaust", peristiwa pembunuhan besar-besaran orang Yahudi yang "dianggap" menyebabkan kekalahan Jerman. Menurut Wikipedia, dia lahir pada 20 April 1889 dan meninggal 30 April 1945. Lahir di Braunau am Inn Austria-Hungaria. Pada saat awal pecahnya Perang Dunia I, Hitler bergabung dengan Pasukan Bavaria sebagai penduduk Austria. Dia bertugas sebagai pembawa pesan dalam pasukannya. Karenanya, dalam beberapa pertempuran dia selalu bertugas di garis belakang. Beberapa pertempuran pada Perang Dunia I yang dia alami adalah Pertempuran Pertama Ypres, Perempuran Somme (dia terluka dalam pertempuran ini), Pertempuran Arras, dan Pertempuran Passchendaele. Karena keberaniannya, dia dianugerahi "Iron Cross, Kelas Kedua". Dan dia juga mendapatkan "Iron Cross, Kelas Pertama" pada 4 Agustus 1918. Bahkan dia juga mendapatkan "Black Wound Badge" pada 18 Mei 1918. Bahkan dalam masa tugasnya, Hitler juga orang yang menyukai seni. Dia menggambar kartun, dan menulis dalam koran tentara. Seperti Sosialis-Jerman yang lain, dia juga percaya akan legenda Dolchstoßlegende (Legenda Menikam dari Belakang). Yang isinya, pasukan Jerman tidak terkalahkan garis depan, tetapi dikalahkan sendiri dari dalam, yaitu kaum Marxis dan pemimpin sipil. Sekian dulu post saya, maaf jika terlalu pendek karena waktu saya terlalu sedikit. Post ini InshaAllah akan segera saya selesaikan.
Saturday, May 19, 2012
Sun Tzu, Ahli Strategi Termasyhur dari Dataran China
Diposkan oleh/ posted by Taufiek Dida at 5:59 AMLahir dengan nama asli Sun Wu alias Sun Changqing atau Sunzi. Seorang ahli strategi dan taktik yang brillian pada zaman kuno di China, tepatnya pada zaman "Negara-negara berperang". Tidak jelas dimana dia dilahirkan karena banyak diperdebatkan oleh sejarawan. Tapi beberapa sumber menguatkan bahwa dia dilahirkan pada akhir zaman "Musim Semi dan Musim Gugur". Jadi kira-kira dia lahir pada tahun 544 SM dan meninggal pada 496 SM. Dia mengabdi sebagai jenderal dan ahli strategi pada Raja Helu dar Wu sekitar tahun 512 SM. Kemampuan, kecerdikan, kebijakannya membuatnya disegani oleh banyak orang, bahkan ilmu strategi perangnya juga mulai diterapkan pada hal bisnis. Ada sebuah cerita menarik mengenai Sun Tzu, sebelum Raja Helu merekrutnya sebagai salah seorng jenderalnya, dia memberi Sun Tzu sebuah tantangan yang agak aneh. Tantangan tersebut adalah melatih 180 selir Raja Helu untuk menjadi prajurit yang tangguh. Sun Tzu tentu saja menyanggupinya. Dia mempunyai sebuah cara untuk melatih ke-180 selir tersebut. Dia membagi mereka menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok dipimpin oleh selir kesayangan Raja Helu. Jadi, dua orang selir kesayangan Raja Helu menjadi yang bertanggungjawab atas kelompok mereka masing-masing. Pada instruksi yang pertama, Sun Tzu memerintahkan seluruh selir-selir tersebut untuk menghadap kanan. Tapi mereka semua malah tertawa cekikikan. Sun Tzu mengatakan bahwa seorang jenderal, dalam hal ini ini dirinya, harus memastikan bahwa perintah yang diberikannya mampu dipahami oleh seluruh pasukan. Jadi dia mengulang perintahnya sekali lagi. Tapi tetap saja selir-selir tersebut tetap tidak mengindahkan perintah, tapi malah tertawa kecil.
Thursday, April 19, 2012
Majapahit, dari Masa Awal, Kejayaan, Hingga Keruntuhannya. Part 2
Diposkan oleh/ posted by Taufiek Dida at 6:16 AM
Banyak orang meyakini bahwa "Sumpah Amukti Palapa" Gajah Mada adalah hal yang sangat sulit dilakukan bahkan banyak juga yang berkata itu hanya isapan jempol semata. Tapi, Gajah Mada memang benar-benar mewujudkan hal itu, bahkan hasilnya di luar ekspektasi semua orang. Pada masa pemerintahan Tribhuwana, kekuasaan Majapahit meluas berkali lipat dari wilayah awalnya. Meskipun timbul beberapa spekulasi mengenai kapan Tribhuwana meninggalkan tahtanya. Ada yang mengatakan dia turun tahta pada 1350 saat ibunya meninggal. Tapi ada juga yang mengatakan dia turun tahta pada tahun 1351 setelah mengeluarkan prasasti Singasari. Setelah dia turun tahta, putranya Hayam Wuruk menjadi raja bergelar Sri Rajasanagara. Pada masa pemerintahannya terjadi sebuah peristiwa yang membuat Majapahit dicela. Peristiwa itu adalah peristiwa Perang Bubat. yang terjadi pada tahun 1357 M. Hayam Wuruk ingin memperistri Dyah Pitaloka Citaresmi, putri dari Kerajaan Sunda. Perkawinan itu konon untuk mempererat hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Sunda. Raden Wijaya sendiri dianggap masih keturunan Sunda. Tapi Gajah Mada menganggap bahwa persekutuan Majapahit-Sunda hanya akan mempersulit ambisinya untuk menaklukkan seluruh Nusantara. Akhirnya Gajah Mada memutuskan untuk melakukan rencananya, yang tidak disangka oleh semua orang. Dia melihat ini sebagai peluang untuk menghancurkan Sunda. Saat rombongan Sunda datang di Lapangan Bubat, tanpa basa-basi Gajah Mada memimpin pasukan untuk "menyambut" kedatangan rombongan ini. Pertempuran tidak terhindarkan lagi. Tapi karena kalah jumlah dan persenjataan, angkatan perang (meskipun tidak cocok disebut angkatan perang) Sunda dapat dikalahkan, Putri Dyah Pitaloka Citaresmi melakukuan bunuh diri untuk mempertahankan nama baik negaranya. Perekonomian Majapahit termasuk yang sangat maju di masanya. Barang-barang komoditas ekspornya yang paling dominan adalah lada, kain, dan garam. Pelabuhan-pelabuhan Majapahit yang ada di pantai Utara Jawa sangatlah mungkin menjadi pangkalan transit para pedagang-pedagang, sehingga Majapahit mendapatkan pemsaukan dari pajak-pajak yang dikenakannya bagi para pedagang tersebut. Bahkan, pendeta dari Italia, Odorico da Pordenone, menggambarkan keadaan Majapahit sebagai berikut: ".... Raja [Jawa] memiliki bawahan tujuh raja bermahkota. [Dan] pulaunya berpenduduk banyak, merupakan pulau terbaik kedua yang pernah ada.... Raja pulau ini memiliki istana yang luar biasa mengagumkan. Karena sangat besar, tangga dan bagian dalam ruangannya berlapis emas dan perak, bahkan atapnya pun bersepuh emas. Kini Khan Agung dari China beberapa kali berperang melawan raja ini; akan tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya.". Lalu, dari buku Negarakertagama digambarkan sebagai berikut: "Dari semua bangunan, tidak ada tiang yang luput dari ukiran halus dan warna indah" [Dalam lingkungan dikelilingi tembok] "terdapat pendopo anggun beratap ijuk, indah bagai pemandangan dalam lukisan... Kelopak bunga katangga gugur tertiup angin dan bertaburan di atas atap. Atap itu bagaikan rambut gadis yang berhiaskan bunga, menyenangkan hati siapa saja yang memandangnya". Sekian posting saya, semoga berguna bagi anda, dan menjadi amal jariyah bagi saya. Aamiin..., (bersambung ke Majapahit, dari Masa Awal, Kejayaan, Hingga Keruntuhannya. Part 3)
Sunday, March 11, 2012
Dinasti Qing, Dinasti Terbesar dan Terakhir dalam Sejarah China Part 1
Diposkan oleh/ posted by Taufiek Dida at 10:29 PM
Nurhachi.
Lahir: 21 Februari1558 - Meninggal: 30 September 1626 (Saat menyerang Ningyuan)
Sebagai Khan Jin Akhir: 17 Februari 1616 - 30 September 1626
Sebelum adanya Qing, sebuah rezim bernama Jurchen yang didirikan oleh Aisin Gioro Nurhachi, pemimpin klan Aisin Gioro di Timur laut China. Nurhachi mulai menaklukkan beberapa klan Jurchen yang lain pada akhir abad ke-16. Nurhachi menyatukan seluruh klan Jurchen, lalu mendirikan Dinasti Jin Akhir. Akhirnya, pada tahun 1635 putra Nurhachi, Hong Taiji (atau Huang Taiji), mengganti nama Jin (yang berarti "emas") menjadi "Qing" (yang berarti "murni").
Kaisar Hong Taiji/ Huang Taiji
Lahir: 28 November 1592 - meninggal: 21 September 1643
Sebagai Kaisar Dinasti Qing setelah Nurhachi: 1626 - 21 September 1643
Hong Taiji mulai menekan kekuasaan Ming China di Liaoning. Pada waktu itu, Kekaisaran Ming sedang dilanda pemberontakan yang dipimpin oleh Li Zicheng. Pemberontakan pecah hingga ibukota Dinasti Ming, Beijing dapat direbut oleh kaum pemberontak. Saat itu, Jenderal Wu Sangui yang tengah menjaga celah Shanhaiguan takut tentara Li Zicheng akan menyerangnya. Lalu,dia memutuskan untuk meminta bantuan Manchu. Tentara Manchu yang dipimpin oleh Dorgon berangkat untuk menolong Wu Sangui. Wu Sangui memperbolehkan mereka melewati celah Shanhaiguan. Dengan demikian, tentara Manchu telah menyeberangi Tembok Raksasa yang sangat legendaris itu. Akhirnya, mereka dapat mengalahkan Li Zicheng dan mulai membangun dinasti baru bergelar Dinasti Qing (baca: Ch'ing, huruf "Q" dalam bahasa China dibaca "Ch" hampir mendekati "cheese" dalam bahasa Inggris). Sesudah menguasai China bagian Utara, tentara Manchu mulai menyerang Dataran China Tengah dan Selatan. Pendudukan seluruh wilayah China berhasil pada masa pemerintahan Kaisar Kangxi pada tahun 1644. Dengan bantuan jenderal-jenderal Ming yang telah membelot, tentara Qing (Manchu) berhasil masuk ke Dataran Tengah China. Tentara Qing terkenal dengan sistem "Delapan Panji"nya. Beijing jatuh ke tangan Qing pada 6 Juni 1644. Lalu, pada tanggal 30 Oktober Fulin dijadikan Kaisar Qing China yang pertama (Nurhachi dan Hong Taiji memang Kaisar Qing tapi sebelum Qing mengusai China) menggantikan Hong Taiji yang meninggal pada tahun 21 September 1643.
Kaisar Shunzhi.
Lahir: 15 Maret 1638 - Meninggal: 5 Februari 1661
Sebagai Kaisar Dinasti Qing: 8 Oktober 1643 - 5 Februari 1661
Sebagai Kaisar Dinasti Qing China: 30 Oktober 1644 - 5 Februari 1661
catatan: maksud "Kaisar Dinasti Qing China" adalah setelah Qing menduduki China.
Kaisar baru ini bergelar Shunzhi, pengangkatannya menandai awal kekuasaan Qing di China. Pada 7 tahun awal pemerintahannya, Kekaisaran Qing masih dipegang oleh Pangeran Dorgon karena Kaisar Shunzhi masih sangat muda. Salah satu perintah kontroversial dari Pangeran Dorgon adalah perintah untuk mengepang rambut pada tahun 1645. Dorgon memerintahkan seluruh orang Han China untuk mencukur rambutnya, kecuali bagian belakang. bahkan ada slogan untuk perintah itu "Jika melindungi rambut, kamu kehilangan kepala, untuk melindungi kepala kamu harus memotong rambutmu".
Thursday, February 23, 2012
Majapahit, dari Masa Awal, Kejayaan, Hingga Keruntuhannya. Part 1
Diposkan oleh/ posted by Taufiek Dida at 5:32 AMMajapahit adalah kerajaan bercorak Hindu yang berpusat di Jawa Timur, sekitar Trowulan, Mojokerto yang lahir pada tahun 1293 dan runtuh sekitar tahun 1500. Kerajaan ini banyak diceritakan sebagai kerajaan yang makmur. Majapahit juga sebagai kerajaan terbesar di Nusantara karena wilayah kekuasaannya meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, sebagian Semenanjung Malaya, sampai beberapa wilayah di Indonesia Timur. Sebelum ada Majapahit, telah terdapat kerajaan Singhasari yang menjadi kekuatan utama di Jawa.
Khubilai Khan
Hal ini mendapat perhatian dari Kaisar Shizu atau Khubilai Khan dari Dinasti Yuan di China. Perlu diketahui bahwa Khubilai Khan adalah cucu dari Genghis Khan atau Temujin yang dapat menguasai China. Meskipun secara resmi disebut sebagai dinasti setelah dipimpin oleh Khubilai Khan, tapi fondasi wilayahnya sudah didirikan oleh Genghis Khan. Kembali lagi ke Singhasari, saat itu Khubilai Khan mengirim utusan bernama Mengchi untuk meminta upeti kepada Kertanegara, raja Singhasari. Tapi Kertanegara menolak mengirimkan upeti, dan malah menyiksa utusan dari Dinasti Yuan tersebut. Hal ini dianggap sebagai tantangan bagi Khubilai Khan, jadilah ia mengirimkan pasukannya untuk menyerang Singhasari. Tapi adipati Kediri, Jayakatwang, mengadakan pemberontakan dan dapat menggulingkan dan membunuh Kertanegara. Pasukan Yuan belum tahu tentang adanya perpindahan kekuasaan itu. Raden Wijaya (yang kelak akan menjadi raja pertama Majapahit) menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang mengampuni Raden Wijaya, yang merupakan menantu dari Kertanegara. Raden Wijaya kemudian diberi tanah di Hutan Tarik oleh Jayakatwang. Ketika pasukan Raden Wijaya sedang membabat hutan, ada seorang prajurit yang kelelahan dan kehausan, prajurit itu lalu memakan buah maja, lalu dia merasa buah maja itu sangat pahit, jadi desa baru itu dinamakan Majapahit. Karena menganggap Jayakatwang terlalu kuat untuk dilawannya sendiri, jadi Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol (Dinasti Yuan) untuk mengalahkan Jayakatwang. Setelah Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya berbalik dengan menyerang sekutu Mongolnya. Karena tentara Mongol sedang berpesta setelah kemenangannya, mereka menjadi tidak siap dengan serangan Raden Wijaya. Akhirnya tentara Mongol juga dapat dikalahkan. Setelah mengalahkan tentara Mongol, Raden Wijaya memproklamirkan diri sebagai raja Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Awal yang sulit bagi sebuah kerajaan yang baru berdiri, Kertarajasa (Raden Wijaya) mendapat banyak pemberontakan di awal permerintahannya. Ironisnya, orang-orang yang memberontak adalah orang-orang kepercayaannya sendiri seperti Sora, Ranggalawe, Kuti dan Nambi. Meskipun selanjutnya pemberontakan mereka dapat digagalkan. Penerus Raden Wijaya adalah Sri Jayanegara. Kitab Pararaton (Kitab yang menceritakan raja-raja Singhasari dan Majapahit) menyebut Jayanegara sebagai Kala Gemet yang berarti penjahat lemah. Pada tahun 1328 Jayanegara dibunuh oleh Tanca, tabibnya sendiri. Ibu tiri dari Jayanegara Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikan Jayanegara sebagai penguasa Majapahit. Tapi beliau memilih menjadi bhiksuni dan meninggalkan istana. Kemudian Rajapatni menunjuk putrinya, Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit.Arca Gajah Mada
Untuk kritik, saran, pertanyaan, request artikel hubungi: 085712856024
Subscribe to:
Posts (Atom)







